Semua Produk

Ibu juga manusia

Coucou Semua..

Jadi gini, belakangan mamak banyak baca berita tentang ibu menganiaya anak bahkan ada yang sampai menghilangkan nyawa anak tersebut. Dan barusan, iya barusan banget. Di tanggal 18 November 2018 jam 00:30 tadi mamak baca artikel yang judulnya “Kenapa seorang ibu tega menyakiti anak kandungnya.”

Sebelum mamak mulai bercuap-cuap mamak mau tekankan terlebih dahulu bahwa mamak sama sekali tidak mendukung maupun menyetujui perbuatan seperti itu ya. Tapi yang mau sedikit mamak bahas disini adalah bahwa ibu itu juga manusia. Juga bisa khilaf. Nah tapi yang mau lebih mamak kulik adalah KENAPA seorang ibu bisa sampai seperti itu?

Sebagai seseorang yang baru merasakan menjadi ibu selama 32 bulan belakangan ini, mamak punya sedikit curahat2 hati mendalam.😁 Sejatinya seorang wanita sebenernya mendapatkan lumayan banyak tekanan dalam sepanjang perjalanan hidupnya. Dimulai dari lahir bahkan. Bila terlahir seorang anak perempuan sebagai anak pertama, orang kemudian akan menunggu anak berikutnya yang diharapkan lelaki. Bahkan ada beberapa suku yang bener2 mencoba sampai mendapatkan anak lelaki. Tetapi kalau anak pertama lelak, tuntutan untuk menambah anak tidak semencekam cerita pertama.

Nah kemudian si anak perempuan tadi telah tumbuhlah dewasa. Dan memiliki minat belajar yang amat tinggi. Sampai di satu titik akan ada omongan “ngapain tinggi2 kali sekolah?nanti ujung2nya jado IRT kok” atau juga “perempuan jangan tinggi2 kali sekolah, nanti laki2 takut ngedeketin”. Kemudian dengan pendidikannya yang sudah bagus tadi akhirnya si anak perempuan ini diperebutkan di perusahaan-perusahaan ternama. Dengan kegigihannya diapun memperoleh posisi yang bagus. Muncullah lagi suara2 seperti “jangan kerja aja yang dipikirin, nanti lupa cari jodoh” bahkan kadang ada juga “kerja mulu nanti expired lho ngga ada yang mau” atau yang agak kejam sering datang omongan2 yang semi horor “awas jadi per***n tua lho”. Kemudian akhirnya si anak perempuan itu menemukan jodohnya dan menikah. Selesaikah sampai disitu? Tentu belum.

Setelah menikah, bahkan kadang masih dalam kurun waktu singkat sudah muncul pertanyaan “udah isi belum” diikuti kalimat “jangan ditunda2 lho.anak itu rezeki”. Setelah beberapa waktu akhirnya si anak perempuan itu hamil dan melahirkan bayi mungil yang lucu dan imut. Kehidupan awalnya sebagai ibu akan disinggahi dengan “bayinya asi atau sufor?” tanpa perduli apa alasannya orang suka juga berkata “kok sufor?asinya ngga ada?makanya makan yang banyak dong.usaha dong.” dan apalah2 laiannya yang bisa lebih kejam.

Nah,kita singgah dulu dimasa ini ya. Masa setelah si anak perempuan melahirkan. Menurut mamak, masa ini sebenernya adalah masa2 fragile bagi seorang ibu. Di masa ini mamak pernah baca bahwa mood swing seorang ibu pasca lahiran itu seperti kita lagi PMS tapi 30x lebih swing. Makanya suka terjadi yang namanya baby blues. Baby blues ini sendiri beda2 yang dialami orang2. Ada yang cuma sedih2 galauan aja. Seperti mamak sempat baby blues bawaannya jutek bangetvsama semua orang dan cuma pengen betigaan mulu ama suami dan anak dikamar. Tapi ada teman mamak yang kebetulan lahiran selisih beberapa bulan sebelum mamak dan satu lahi setelah mamak. Dua2nya sempat mengalami baby blues yang termasuk parah. Karena sampai ngga mau ketemu anaknya dan yang satu lagi mau pisah dari suami. Untungnya sebelum lahiran mamak sempat cerita sama suami dan jelasin baby blues itu, jadinya pas lahiran suami bener2 by mamak side banget. Nah, dimasa ini sebenermya banyak me

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *