Semua Produk

Mari kita dukung anak cerdas.

Haloha..

Sebenernya udah lumayan lama pengen nuli-nulis tentang ini. Tapi takut di bully dan takut ini itu. Tapi,kemudian mamak berfikir, yaidahlah. Nulis aja. Siapa tau berguna bagi beberapa orang.

Waktu baru lahiran dulu,niat banget buat sekolahin anak cepet-cepet.Pengen masukin sekolah bayi ala2 dari umur 6 bulan.Biar apa?Biar anaknya pinter. Sesimpel itu. Seiring berjalannya waktu, mamak yang resign kerja menghabiskan banyak waktu dengan Mima si bayik. 6 bulan lewat. Setahun lewat. Setelah masa setahun ini,mulai dong ada ibu2 yang nanya kok ngga dimasuk2in sekolah bayi2 itu.Awalnya mamak mah cuekin aja.setelah bayik umur 2 tahun makin banyak aja nih yg nanya2.Dengan embel2 Mima kan anak sendiri. Kasian lho ngga ada temennya.

\nHaloha..\nSebenernya udah lumayan lama pengen nuli-nulis tentang ini. Tapi takut di bully dan takut ini itu. Tapi,kemudian mamak berfikir, yaidahlah. Nulis aja. Siapa tau berguna bagi beberapa orang.\n\nWaktu baru lahiran dulu,niat banget buat sekolahin anak cepet-cepet.Pengen masukin sekolah bayi ala2 dari umur 6 bulan.Biar apa?Biar anaknya pinter. Sesimpel itu. Seiring berjalannya waktu, mamak yang resign kerja menghabiskan banyak waktu dengan Mima si bayik. 6 bulan lewat. Setahun lewat. Setelah masa setahun ini,mulai dong ada ibu2 yang nanya kok ngga dimasuk2in sekolah bayi2 itu.Awalnya mamak mah cuekin aja.setelah bayik umur 2 tahun makin banyak aja nih yg nanya2.Dengan embel2 Mima kan anak sendiri. Kasian lho ngga ada temennya.\n\nNah,disinilah mamak mulai mikir. Sebenernya anak disekolahin buat apa sih?Jujur,mamak ngga mencela orang tua yg sekolahin anaknya dari bayi banget. Karena kan tiap keluarga punya pertimbangannya masing2. Dan pastilah tiap orang tua mau yang terbaik untuk anaknya. Siapa tau orang tuanya kerja. Ya memasukan anak \”sekolah\” bisa untuk isi waktu si anak juga jadinya. Mamak ngga mau bahas soal orang lain ya.Cuma mau sedikit share tentang pengalaman pribadi aja. Kalau mamak sih sejauh ini ngeliatnya Maxima pada saat itu belum butuh sekolah. Sekolah bukan hanya sekedar urusan \”kucluk2 antar anak\”. Sekolah jauh lebih dari itu. Dibutuhkan komitmen orang tua juga kalau anak mau mulai sekolah. Komitmen untuk antar jemput tanpa telat.Komitmen memenuhi kebutuhan sekolah.Komitmen melanjutkan bahas tentang sekolah anak setelah pulang kantor.Sekolah bukan hanya tempat menitipkan anak.\n\nBanyak yang bilang ingin anaknya cerdas pastinya. Kalau cara mamak sebenernya sangat simple.Sesimple mengikut sertakan anak dalam kegiatan sehari-hari. Perlakukan anak dengan normal. Ikut sertakan dia dalam kegiatan harian. Dari yang paling simple. Bangun tidur Maxima suka mamak ajak lipat selimut. Mamak lipat selimut gede, dia lipat selimutnya yg kecil. Kemudian kalau makan kita suka makan sama2.Jadi ngga disuapin.Setelah makan Mima udh refleks nganter piringnya ke tempat cucian piring (kl ini kadang lebay.sampe piring mainannya suka ditaro di cucian juga.😂). Kemudian kalau ada air minum tumpah, diajarin buat ambil tissu untuk ngelap.Masak kue ikut sertakan walau hanya sekedar menuang2kan telur dan tepung. Pakai kaos kaki dan sepatu sendiri. Ikut ngantri ke kasir. Buang sampah pada tempatnya. Hal2 seperti itu sesimple itu mengajarkannya. Dengan cara kita melakukannya alias memberi contoh. Karena cara mengajari anak yang paling gampang adalah menjadi contoh bagi mereka.\n\nNah, dengan kita membiarkan mereka juga mengeksplore hal2 baru menurut mamak akan meningkatkan kecerdasan si anak. Karena jujur saja kita ngga mungkin mengajari semua hal sedetail2nya pada anak. Banyak hal yang akan dipelajari si anak secara spontan sendiri. Dan seiring meningkatnya kecerdasaan anak, maka dia akan dapat mulai menyelesaikan tantangan2 yang dijalaninya.Misalkan mengambil mainan yang masuk kekolong tempat tidur.Jangan langsung diambilin.Mamak suka biarin dulu. Nanti lama kelamaan Mima akan cari akal dan ngambil mainan stik golfnya untuk narik mainan itu.Atau pintu kamar ngga bisa ditutup, dia ngambil kotak yg agak berat ditaro untuk ngeganjel pintu. Kadang kl mau ke kamar mandi lampunya blm nyala,dia ambil kursinya untuk naik ngidupin lampu. Menurut mamak, Anak cerdas itu adalah anak yang bisa menggunakan akalnya. Sebagai orang tua cerdas juga, mari kita Dukung Cerdasnya dengan memberikan anak kesempatan mengeksplore dunia.\nPada dasarnya semua anak cerdas. Dan kecerdasan itu akan dapat berkembangvserta terasah apabila kitabsebagaiborang tua juga dapat mengembangkan anak dengan cerdas juga. Yang paling penting buat mamak, jangan pernah paksakan anak2 untuk melakukan hal yang mereka sedang tidak ingin lakukan. Apabila hal tersebut harus dilakukan, saat itulah dituntut kecerdasan orang tua untuk dapat membujuk maupun bernegosiasi dengan anak. Oh ya, jangan pernah remehkan anak kecil. Sedari anak batita sekalipun, cobalah untuk menghargai keinginan anak Dan berdiskusi dengan mereka. Karna hal itu juga mengasah otak anak untuk berkomunikasi dengan kita.\nWel, begitulah kira-kira yang mau mamak share sedikit. Mudah2an ada manfaatnya buat yang ngebaca ya. Buat yang ngga setuju boleh banget berpendapat, asalkan sopan. Secara kita sesama orang tua intinya pasti mau yang terbaik untuk anaknya kan.\nSo, see you.\n*umak-umak*\n-MD-

Nah,disinilah mamak mulai mikir. Sebenernya anak disekolahin buat apa sih?Jujur,mamak ngga mencela orang tua yg sekolahin anaknya dari bayi banget. Karena kan tiap keluarga punya pertimbangannya masing2. Dan pastilah tiap orang tua mau yang terbaik untuk anaknya. Siapa tau orang tuanya kerja. Ya memasukan anak “sekolah” bisa untuk isi waktu si anak juga jadinya. Mamak ngga mau bahas soal orang lain ya.Cuma mau sedikit share tentang pengalaman pribadi aja. Kalau mamak sih sejauh ini ngeliatnya Maxima pada saat itu belum butuh sekolah. Sekolah bukan hanya sekedar urusan “kucluk2 antar anak”. Sekolah jauh lebih dari itu. Dibutuhkan komitmen orang tua juga kalau anak mau mulai sekolah. Komitmen untuk antar jemput tanpa telat.Komitmen memenuhi kebutuhan sekolah.Komitmen melanjutkan bahas tentang sekolah anak setelah pulang kantor.Sekolah bukan hanya tempat menitipkan anak.

Banyak yang bilang ingin anaknya cerdas pastinya. Kalau cara mamak sebenernya sangat simple.Sesimple mengikut sertakan anak dalam kegiatan sehari-hari. Perlakukan anak dengan normal. Ikut sertakan dia dalam kegiatan harian. Dari yang paling simple. Bangun tidur Maxima suka mamak ajak lipat selimut. Mamak lipat selimut gede, dia lipat selimutnya yg kecil. Kemudian kalau makan kita suka makan sama2.Jadi ngga disuapin.Setelah makan Mima udh refleks nganter piringnya ke tempat cucian piring (kl ini kadang lebay.sampe piring mainannya suka ditaro di cucian juga.😂). Kemudian kalau ada air minum tumpah, diajarin buat ambil tissu untuk ngelap.Masak kue ikut sertakan walau hanya sekedar menuang2kan telur dan tepung. Pakai kaos kaki dan sepatu sendiri. Ikut ngantri ke kasir. Buang sampah pada tempatnya. Hal2 seperti itu sesimple itu mengajarkannya. Dengan cara kita melakukannya alias memberi contoh. Karena cara mengajari anak yang paling gampang adalah menjadi contoh bagi mereka.

Nah, dengan kita membiarkan mereka juga mengeksplore hal2 baru menurut mamak akan meningkatkan kecerdasan si anak. Karena jujur saja kita ngga mungkin mengajari semua hal sedetail2nya pada anak. Banyak hal yang akan dipelajari si anak secara spontan sendiri. Dan seiring meningkatnya kecerdasaan anak, maka dia akan dapat mulai menyelesaikan tantangan2 yang dijalaninya.Misalkan mengambil mainan yang masuk kekolong tempat tidur.Jangan langsung diambilin.Mamak suka biarin dulu. Nanti lama kelamaan Mima akan cari akal dan ngambil mainan stik golfnya untuk narik mainan itu.Atau pintu kamar ngga bisa ditutup, dia ngambil kotak yg agak berat ditaro untuk ngeganjel pintu. Kadang kl mau ke kamar mandi lampunya blm nyala,dia ambil kursinya untuk naik ngidupin lampu. Menurut mamak, Anak cerdas itu adalah anak yang bisa menggunakan akalnya. Sebagai orang tua cerdas juga, mari kita Dukung Cerdasnya dengan memberikan anak kesempatan mengeksplore dunia.

Pada dasarnya semua anak cerdas. Dan kecerdasan itu akan dapat berkembangvserta terasah apabila kitabsebagaiborang tua juga dapat mengembangkan anak dengan cerdas juga. Yang paling penting buat mamak, jangan pernah paksakan anak2 untuk melakukan hal yang mereka sedang tidak ingin lakukan. Apabila hal tersebut harus dilakukan, saat itulah dituntut kecerdasan orang tua untuk dapat membujuk maupun bernegosiasi dengan anak. Oh ya, jangan pernah remehkan anak kecil. Sedari anak batita sekalipun, cobalah untuk menghargai keinginan anak Dan berdiskusi dengan mereka. Karna hal itu juga mengasah otak anak untuk berkomunikasi dengan kita.

Wel, begitulah kira-kira yang mau mamak share sedikit. Mudah2an ada manfaatnya buat yang ngebaca ya. Buat yang ngga setuju boleh banget berpendapat, asalkan sopan. Secara kita sesama orang tua intinya pasti mau yang terbaik untuk anaknya kan.

So, see you.

*umak-umak*

-MD-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *