Curhat, Semua Produk

Kalah?Ngga papa..

Selamat pagi semuanyaa…

Pagi ini (6.18 A.M) mamawhale mau sedikit cerita-cerita nih. Selagi masih ada waktu sebelum mima beramgkat sekolah. Baca judulnya pasti ada yang kepikiran sama drama pilpres kan? Pasti kan? Pasti dong.😁

Sebenernya ini bukan pilpres, tapi memang kalau dipanjang-panjangin bisa aja jadi berhubungan. Apa sik?😁

Nah jadi gini, beberapa waktu lalu, Mima dapat tawaran buat ikut acara lomba menghias telur dalam rangka masa paskah, dengan kerjasama salah satu mall di Jakarta selatan dan toko mainan ternama. Memang mamawhale lagi semangat-semangatnya (bukannya emang selalu semangat?) bawa mima mengeksplore. Apapun itu yang bisa di eksplore. Kali ini ikutan lomba. Ini perdana banget buat Mima ikutan lomba on her own. Tapi 1 hari sebelum acara mamawhale baru diinfo bahwa lomba ini tuh untuk anak umu 5-11tahun. Sempat galau karna Mima saat ini berumur 4tahun 1bulan saja. Tapi karna masnya juga nyemangatin dengan kata-kata “Yaudah ngga papa bu. Kan biar lebih terbiasa berkompetisi kedepannya”. Iya juga ya, pikirku.

Sampe di lokasi lomba, mamawhale sempat ngedrop. Mima kelihatan banget paling kecil. Yang sejujurnya waktu dari rumah mamawhale masih ada pengharapan menang, kandas seketika. Tapi entah kenapa mamawhale biarin aja dia lanjutun ikut lomba. Itung-itung buat pengalaman. Dan bener aja, selama 1 jam waktu yang diberikan untuk menghias telur, dia malah keasyikan dan kejijikan main lem. Disaat waktu masih tersisa 20 menit,kebosananpun mulai melanda. Sempat ngajakin mima ngemil ke cafe samping tempat acara tapi dia ngga tenang sambil bilang ” Ma, kalau kita pergi nanti kadonya habis,aq ngga kebagian”. Dan mamanya yang ngga sensitif ini cuma ketawa sambil dalam hati mikir, ‘ya emang ngga dapet kado kita hari ini’. Singkat cerita acarapun selesai. Ada beberapa anak yang persiapannya luar biasa. Ngga bisa dipungkiri imajinasi anak-anak emang sangat luas. Seperti yang sudah mamawhale dan bapake duga dari awal, Mima ngga menang dan ngga dapet apa-apa. Yang mengejutkan adalah, tiba-tiba Mima nangis senangis-nangisnya. Pas kita tanya kenapa jawabannya ” Kado Mima mana?Mima ngga dapat kado”. Jujur mamawhale kaget dengan reaksinya, karna menurutku Mima bukan anak yang suka menuntut banyak. Akhirnya karena kasian mamawhale ajakin mim a ke toko mainan di lantai atas, tapi dia ngga mau. Katanya “Mima ngga mau dibeli,Mima maunya kado dari mbaknya”.

Akhirnya setelah bujuk rayu dan lain-lain Mima berhasil tenang, karna emang kita abis ini mau MRTan sama bapatua dan abang-abangnya Mima. Tapi bapake sempat bilang ” Lain kali kalau ikut lomba kita bawa aja kado dari rumah.kl ngga menang nitip ama mbaknya buat kasih ke Mima”, awalnya mamawhale merasa itu idr yang bagus. Sampai pada malamnya mamawhale sebelum tidur sempat mengingat kejadian tadi dan berubah pemikiran. Lain kali, kami akan tetap TIDAK membawa hadiah. Kalau tidak menang, biarkan Mima tau bahwa memang dia tidak/belum memenuhi kapasitas sebagai pemenang. Takutku adalah, dengan selalu memback up kado untuk Mima, dia akan merasa selalu berhak memiliki kado dalam setiap pertandingan, atau singkatnya dia selalu merasa menang. Mamawhale khawatir, kedepannya, disaat dia berkompetisi dengan dunia luar yang lebih luas, dia tidak akan sanggup menerima kekalahan. Dan kalau hal itu terjadi, menurutku kasian di dia-nya. Sejak Mima kecil, bisa dibilang orang-orang menganggapku mama yang kejam, karena Mima mandiri bener-bener sejak kecil sekali. Tetapi, jujur sampai saat ini aku merasa ,memiliki anak yang mandiri dan bisa banget diatur untuk anak seumuran dia. Dengan Mima seperti itu, tidak pernah sekalipun aku batal kemana-mana dengan alasan “Aduh,anakku susah dibawa kesini,kemari”. Kami sanggup kemanapun berdua, karena disaat traveling atau sekedar jalan2 berdua, naik mobil,motor atau kendaraan umum apapun itu (bajak,transjakarta, KRL, kopaja, angkot,becak or others you name it) dia bener-bener bisa banget diajak kerjasama.

Mama dan Mima Trip to Paris berdua waktu Mima umur 20bulan.

So,what i’m saying here is, mari kita kuatkan hati untul mendidik anak kita agar menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Memang kadang suka ngga tega, tapi tiap kali mulai mau ngga tega mamawhale selalu inget ” Kehidupan kedepannya lebih besar ,lebih keras lagi, kalau dia ngga punya modal untuk ngejalaninnya lebih kasian lagi dianya.”

Sedikit ceritaku pagi ini. Semoga bisa jadi masukan. Terlepas dari apapun,ini hanya pendapatku ya. Mamawhale sama sekali tidak berniat memaksakan orang-orang harus sepemikiran.

Sampai jumpa..

Umak-umak,MD..

Instagram: @gezka

Twitter: @gezka

1 thought on “Kalah?Ngga papa..”

  1. Tu es ce que tu es c’est grâce à comment tu as été elevé(e). Jangan sampai kita menjadi bagian dari masalah bagi orang lain karena salah asuhan.
    Dieu vous bénit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *