Semua Produk

JUST a housewife

Sering ngga denger orang bilang “Ya saya kan CUMA Ibu Rumah Tangga” atau bahkan kita sendiri sering mengeluarkan ucapan itu? Mamak mau sedikit cerita. Cerita awal mula jadi ibu. Sebelum nikah, mamak adalah orang yang sangat aktif. Dalam hal apapun apalagi yang namanya hal makanan, aktif sekali. Hahaha. Mamak ngga bias diam. Kerja di salah satu perusahaan swasta. Hingga akhirnya menikah dan tetap bekerja. Saat tau hamil, mamak masih berniat untuk tetap bekerja. Bahkan sampai lahiranpun, 3 bulan setelahnya mamak kembali ngantor. Namun apalah day, mamak terlalu mandiri mungkin ya. Ngga pernah kepikiran kalau udah 3 bulan amamk masuk kerja bayinya ama siapa? Yang jagain siapa. Berhubung kami tidak tinggal bersama orangtua. Ditambah juga orangtua mamak maupun bukan tipe kakek nenek yang ngerti jaga bayi baru lahir. Akhirnya setelah penuh perhitungan dan pemikiran yang ribet, mamak memutuskan untuk resign. Maka, disaat si bayik umur 4 bulanan, mamakpun sah menjadi IRT. Sebulan pertama mah gile happy banget ya. Bisa bangun pagi. Bisa tidur seharian. Bisa hibernasi berasa bayi baru lahir juga. Secara ya, biasanya mamak harus berangkat dari rumah jam 5;30 dari Jakarta Timur tercinta untuk menuju kantor di Wijaya. Membelah ibukota banget kan? Terus pulang kantor, setenggo-tenggonya nyampe rumah tante jemput si bayik jam 19;00 basa basi kemudian pulang sampe rumah jam 21:00 PALING CEPAT. Lemes ngga tsay bacanya?? Ngebayanginnya aja sekarang mamak lemas. Setelah si bayik lewat 6 bulan ASI Ekslusif, tibalah di masa-masa yang katanya mulai banyak drama; MPASI. Nah disini mulai tuh ada rasa-rasa lelah. Anak sih belum bisa banyak tingkah, tapi udah mulai masak-masakan. Belum lagi drama kalau anaknya ngga mau makan, dsb.

Jujur mamak ngga pake mbak2an. Soalnya tiggalnya belum napak bumi alias di Apartemen yang kalau menurutku sih lebih layak disebut rumah Susun. So yes, semua mamak kerjain sendiri. Setiap bapake pulang kerjapun, mamak ngurus anake sendiri. Ngga pernah nyuruh bapake uat gantiin pampers atau apalah2. Karena mamake selalu mikir, bapake udah cape kerja di kantor, kasian kalau harus disuruh ini itu lagi. Sampai disaat anake kira-kira umur 10 bulanan rasanya mamake mulai merasa semi stress. Kecapekan. Mumet. Dan kadang jadi galak. Takut berakhir di RSJ, mamake konsultasi ke psikolog (plis jangan langsung judge gw sakit jiwa). Masukan dari psikolog itu sangat amat mamak inget ampe sekarang.
“ Kamu punya anak itu berdua. Buatnya dulu berdua kan? Ya ngurusnya juga harus berdua. Bukan berarti kalau seorang suami bekerja lantas dia ngga punya tanggung jawab ngurus anak. Dia juga harus ngurus. Bekerja dan ngurus anak itu kewaiban seorang suami juga, bukan hanya pilihan.”

Sebagai seorang suami, memang sudah kewajiban suami memenuhi kebutuhan anak dan istri. Dan sebagai seorang bapak, suami berkewajiban untuk mengurus anaknya juga. Sama halnya dengan seorang istri berkewajiban mengurus rumah, rumah tangga, anak dan melayani suaminya. Mungkin ada wanita-wanita diluar sana yang juga pernah berpikiran seperti mamak. Bahwasanya suami udah kerja jadi yang lainnya kita yang ngurus. Mulai sekarang cobalah untuk berbagi urusan anak dengan pasangan. KArena dari waktu itu juga akan terjadi bonding antara ayah dan anak. Karena sering terjadi di keluarga anak hanya dekat dengan ibu dan kepada ayah itu seolah sosok yang “ditakuti” bukan “disegani”.

Kemudian mamak jadi berfikir. Apakah kita IRT HANYALAH seorang Ibu Rumah Tangga? NO. BIG NO. Bagiku kita bukan sebuah HANYA. Kita ADALAH seoran Ibu Rumah Tangga. Ibu yang mengurus ini itu semua tanpa Job Desc. Yang kerja tanpa jam kerja. Yang mengerjakan semua dalam keseharian dirumah bukan karena iming-iming gaji bulanan. Kita adalah Ibu yang harus memastikan anak tumbuh kembangnya baik. Tercukupi semua kebutuhannya. Sebagai teman anak (kadang jadi anak umur setaun, dua tahun, tiga tahun dan terus sesuai umur anak). Sebagai dokter. Sebagai koki. Sebagai sebagai yang lainnya. Tapi disisi lain rumah harus beres. Suami harus diurus dan sebagainya. Buat kalian para sahabat-sahabat mamak ibu-ibu Rumah tangga, be proud. Karna ngga semua orang bisa seperti kalian.

Note: Tulisan ini tidak memperbandingkan antara Ibu Rumah Tangga dan Ibu Pekerja. Saya tidak pernah menjelekan salahnsatu pihak. KArena saya sendiri SANGAT SALUT terhadap para ibu pekerja yang bebannya juga ngga kalah berat dari IRT. SAya hanya menulis dari sudut pandang saya sebagai salah satu IRT dimuka bumi ini. J Be a smart reader.

Umak-umak.

-MD-

Semua Produk

Ngga ada garansi

Curhat mamak hari ini…

Menilik sedikit (atau banyak) kebelakang.. Rasanya kalau masa-masa remaja anak muda pacaran kebanyakan orang tuanya pasti acuh tak acuh.. Dianggap yaudahlah ya cinta monyet.. Ntar juga kandas.. Tapi masuk umur-umur 20an anak cewe udah mulai diwanti2 dan diharapkan membawa pangeran untuk dikenalkan ke orang tua.. Kemudian mulailah drama2 ortu ngga setuju karna ini itu anu ani ono.. Yang paling ngenyesnya kalau anaknya pacaran dari jaman sekolah, ngga dihubris. Giliran mau lebih serius eh ortu ngga setuju. Kenapa? “Dia ngga cocok buat kamu” ya elaaaah.. Kelaut aja dah.. Selama ini kemaneeeee siiiih nyak babe???

Balik lagi..

Ada beberapa suku yang prefer kalau anaknya nikah sama yang masih ruang lingkup keluarga. Kenapa? Jawaban yang sering mamak dengar sih :

  • Karna jelas bibit bebet bobot.
  • Karna satu suku.
  • Karna bapak mamaknya orang baik pasti anaknya baik (what???)
  • Mereka udh keluarga kita,ngga usah repot2 lagi kenalan2.
  • Dan banya karena karena lainnya…

Nah disini mamak mau dikit cerita. Bukan curhat mamak doang ya. Tapi hasil kesimpulan setelah menjalani asam garam pahit manisnya hidup berhubungan (ecieeeeh).

Ngga selamanya gimana orang tua gitu juga anak. Jadi jangan sekali2 gunakan alasan “karna orang tuanya baik anaknyabjuga pasti baik”. Mang kemungkinan itu ada. Tapi sebesar prenaentase kemungkinan itu ada, segitu juga besar preaentase kemungkinan itu tidak benar. Ada banyak anak yang begajulan padahal orangtuanya orang terhormat sopan santun tidak sombong, rajin menabung, mematuhi rambu laku lintas dan membuang sampah pada tempatnya. 😂😂😂 Jadi buat orang tua #ZamanNow, lebih bijaklah dalam mencari alasan. Dalam kehidupan disekitar mamak ada beberapa jenih individu (dalam kasus mamak ini pria2 ya) yang kelakuannya amat sangat jauh dr kelakuan orang tuanya. Kalau udah begitu orang biasanya tinggal bilang “kok bisa gitu dia ya.padahal bapaknya baik bgt bla bla bla”

-bersambung

Semua Produk

Ibu juga manusia

Coucou Semua..

Jadi gini, belakangan mamak banyak baca berita tentang ibu menganiaya anak bahkan ada yang sampai menghilangkan nyawa anak tersebut. Dan barusan, iya barusan banget. Di tanggal 18 November 2018 jam 00:30 tadi mamak baca artikel yang judulnya “Kenapa seorang ibu tega menyakiti anak kandungnya.”

Sebelum mamak mulai bercuap-cuap mamak mau tekankan terlebih dahulu bahwa mamak sama sekali tidak mendukung maupun menyetujui perbuatan seperti itu ya. Tapi yang mau sedikit mamak bahas disini adalah bahwa ibu itu juga manusia. Juga bisa khilaf. Nah tapi yang mau lebih mamak kulik adalah KENAPA seorang ibu bisa sampai seperti itu?

Sebagai seseorang yang baru merasakan menjadi ibu selama 32 bulan belakangan ini, mamak punya sedikit curahat2 hati mendalam.😁 Sejatinya seorang wanita sebenernya mendapatkan lumayan banyak tekanan dalam sepanjang perjalanan hidupnya. Dimulai dari lahir bahkan. Bila terlahir seorang anak perempuan sebagai anak pertama, orang kemudian akan menunggu anak berikutnya yang diharapkan lelaki. Bahkan ada beberapa suku yang bener2 mencoba sampai mendapatkan anak lelaki. Tetapi kalau anak pertama lelak, tuntutan untuk menambah anak tidak semencekam cerita pertama.

Nah kemudian si anak perempuan tadi telah tumbuhlah dewasa. Dan memiliki minat belajar yang amat tinggi. Sampai di satu titik akan ada omongan “ngapain tinggi2 kali sekolah?nanti ujung2nya jado IRT kok” atau juga “perempuan jangan tinggi2 kali sekolah, nanti laki2 takut ngedeketin”. Kemudian dengan pendidikannya yang sudah bagus tadi akhirnya si anak perempuan ini diperebutkan di perusahaan-perusahaan ternama. Dengan kegigihannya diapun memperoleh posisi yang bagus. Muncullah lagi suara2 seperti “jangan kerja aja yang dipikirin, nanti lupa cari jodoh” bahkan kadang ada juga “kerja mulu nanti expired lho ngga ada yang mau” atau yang agak kejam sering datang omongan2 yang semi horor “awas jadi per***n tua lho”. Kemudian akhirnya si anak perempuan itu menemukan jodohnya dan menikah. Selesaikah sampai disitu? Tentu belum.

Setelah menikah, bahkan kadang masih dalam kurun waktu singkat sudah muncul pertanyaan “udah isi belum” diikuti kalimat “jangan ditunda2 lho.anak itu rezeki”. Setelah beberapa waktu akhirnya si anak perempuan itu hamil dan melahirkan bayi mungil yang lucu dan imut. Kehidupan awalnya sebagai ibu akan disinggahi dengan “bayinya asi atau sufor?” tanpa perduli apa alasannya orang suka juga berkata “kok sufor?asinya ngga ada?makanya makan yang banyak dong.usaha dong.” dan apalah2 laiannya yang bisa lebih kejam.

Nah,kita singgah dulu dimasa ini ya. Masa setelah si anak perempuan melahirkan. Menurut mamak, masa ini sebenernya adalah masa2 fragile bagi seorang ibu. Di masa ini mamak pernah baca bahwa mood swing seorang ibu pasca lahiran itu seperti kita lagi PMS tapi 30x lebih swing. Makanya suka terjadi yang namanya baby blues. Baby blues ini sendiri beda2 yang dialami orang2. Ada yang cuma sedih2 galauan aja. Seperti mamak sempat baby blues bawaannya jutek bangetvsama semua orang dan cuma pengen betigaan mulu ama suami dan anak dikamar. Tapi ada teman mamak yang kebetulan lahiran selisih beberapa bulan sebelum mamak dan satu lahi setelah mamak. Dua2nya sempat mengalami baby blues yang termasuk parah. Karena sampai ngga mau ketemu anaknya dan yang satu lagi mau pisah dari suami. Untungnya sebelum lahiran mamak sempat cerita sama suami dan jelasin baby blues itu, jadinya pas lahiran suami bener2 by mamak side banget. Nah, dimasa ini sebenermya banyak me

Semua Produk

Jalanan depan rumah,hak siapa???

Sebenernya udah lama mau nulis tentang ini. Tapi ya gitu deh. Mamak terlalu bercabang otaknya. Dan belum punya asisten buat nampungin dan nulisin. Jadinya ya gitu-gitu aja ngambang dilangit biru. Tapi barusan ini, lebih tepatnya tadi pagi ada kejadian yang ngebuat mamak bener-bener langsung mau CurCan alias curhat cantik.

Berawal dari tadi malem mamak main kerumah sodara didaerah rawamangun ama si babyAnt. Nah sorenya mainlah ke MKG ampe malem apa sepupu. Alhasil males pulang. Nah kebetulan rumah sepuou mamak itu emang ngga ada garasi mobilnya, karena mereka juga ngga ada mobilnya. Nah tiap kita main kesini yang PR emang cuma urusan parkir. Tapi biasanya itu urusan PapaBear. Berhubunh papaBear masih di pulau dewata jadilah mamak yang berurusan ini itu. Nah untungnya ini sodara punya tetangga depan rumah yang sabar banget kl kita markir depan rumahnya. Sabar banget manggil kalau kebetulan mobil mereka mau masuk atau keluar. Pada ngerti juga kali ya ini jalanan sempit dan tempat markir emang ngga banyak pilihan.

Nah setelah semalaman diparkir didepan rumah tetangga baik ini, tante pagi-pagi menjelang siang nyuruh pindahin mobil karena mobil si tetangga pasti ntar keluar sementara mamak mau ke pasar. Takutnya ntar mau keluar pas mamak di pasar jadi ribet. Jadilah mamak bingung mau dipindah kemana. Nah si tante bilang pindahin ke tetangga samping aja. Sebenernya mamak ngga semangat markir didepan tetangga samping. Karna dulu si samping pernah sewot hanya gara-gara mamak parkir ditempat tetangga depan tapi ekor mobil dia ngga bisa masuk. Baru pertemuan pertama udah ngga endeus. Ditambah lagi mereka naro pot bunga depan rumahnya sebagai tanda ngga boleh parkir. Ya hellow.. Ini jalanan 2 mobil doang terus jalanannya ngga mau bagi2. Tapi ya sudahlah ya.. Akhirmya karna si tante yakin banget ngga papa yowes mamak manut wae..Sambil sepupu mamak geser pot bunganya. Nah begitu mamak kelar markir dan turun dari mobil bener aja si bapak tetangga sebelah keluar gerbang terua bilang “Ngga lama kan dek?” Mamak kok rasanya KZL ya kalau kata anak ABEGEH jaman now… Jelas-jelas dese liat mamak pake daster muka bantal, tau dong ngga bakalan bentar. Lagian gue bakal ada disebelah ini pak..Lha biasa juga pot bunga doang yang parkir disitu. Tapi yasudahlah mamak cuma senyum manis ala muka dua jadinya. Sambil berencana kalau si tetangga baik cepet2 gue pindahin tuh mobil. Singkat cerita sampe setengah jam lebih tetangga baik belum pergi juga. MAmak udah kelar dari pasar. Lagi mau ngurusin si bocah tiba2 gerbang diketok. Yang muncul anak muda sambil bilang “Mba, tolong mobilnya ya.”. Walau agak kesel tapi yaudahlah ya. Namanya jalan rumah mereka, mungkin mau markir mobil mereka. Buru-buru dong mamak pindahin itu mobil kan ya. And you know what??? “teng tedeng” begitu mobil mamak pindah deseu taro pot bunga lagi dong disitu. Jadi nyuruh pindahin mobil bukan karna ada yang mau parkir. Iya pak, saya tau itu jalan depan rumah bapak, tapi ya mbok pake perasaan juga kek. Tetangganya ngga punya garasi dan cuma sesekali dateng tamu. Lha jalannya kecil. Terus mobil tamunya mau ditaro mana pak?Dilipet dulu? dikantongin?

Gitu aja dah curhat kesel mamak kali ini.

Umak-umak,

Mamakdaster
@gezka

Semua Produk

Siapa paling jago urus anak??Ya gue dong..

Browsing2 tengah malem dapet link tentang tumbuh kembang anak.. Maapin emak gaptek belum ngerti buat copy link dimari.

Ya singat cerita tentang gimana kita harus kasih kebebasan juga ama anak buat main kotor,buat explore,buat makan sensiri walau PR banget beberesnya dan lain sebagainya.

Banyak..banyaak dan banyaaaaaaaak banget orang yang masih belum menjalani ini.

Saya pribadi,ngga masalah.Ngga maksa orang harus ngedidik anak dengan cara gini gitu.

Tapi,ya mbok tolong ngga usah ribet ngurusin anak orang.Apalagi yang udah pernah punya anak.Bisa kan urus anak masing2?Kalau anaknya udh ngga bisa diurus lagi mungkim bisa ke panti asuhan untuk bantu ngurus anak2 yang memang butuh perhatian.

Plis banget ngga usah ngeribetin cara saya ngurus anak.Lha anak anak saya.Yang tiap hari ngurusin saya.Yang begadangin saya.Kok yang tetiba berasa paling care situ??

One thing for sure.Ngga mungkin orang lain lebih sayang anak saya dibandingin saya ibunya kan?

Jadi,kalau saya lagi negur anak saya,ngebebasin anak saya jorok2,ngebiarin anak saya berusaha ngambil barang,ngebiarin anak saya rempong nyari cara buat mencapai suatu tujuan atau bahkan mungkin saya lagi marahin anak saya ataupun nyentil tangan anak saya (maxima saya sentil tangannya kl udh urusan listrik dan api) atau apapun itu yang lainnya, plis banget JANGAN REMPONG ya..

Karna sebegitu besarnya sayang saya terhadap anak saya hingga saya ngga mau dia memble dimasa depannya. Ngga perlu selalu manis2 tai kebo skrg pas gede ZONK.Ngga perlu sekarang anak saya hidup dalam surga tingkat 7 trus sepuluh tahun lagi down kaget liat dunia yg sebenernya.Trus stress karena ngga semua keinginannya bisa didapet.Trus frustrasi.Trus lari ke hal2 negatif.Biarlah anak hidup dalam ke”normal”an sejak dini..

Ya saya mungkin ngga bakal ngeliat dia terus sampai tua,dan keberhasilan mendidik anak ngga perlu pembuktian pada siapapun bahwa “gue lebih hebat didik anak”.Yang penting buat saya anaknya bisa taught menghadapi kehidupan yang makin hari makin berputar bagai spinner mainan anak masa kini..😅😅😅

Jadi buat orang2 yang pernah ngomong “kita liat aja ntar anaknya gede gimana” jawaban saya buat anda “Hello..dia bukan hidup buat membuktikan apapun pada anda.” Dikata famili seratus kali pake survey membuktikan.

Semua Produk

Mamak-mamak ngga boleh galau??

Dulu sebelum nikah sering banget terlibat sama pergosipan emak-emak. Bisa itu tante, nyokap sampe nenek. Sering juga denger kalimat “Ntah kayak mana kelakuannya itu. Udah mamak-mamakpun.Ngga malu.” Kalau lagi ngebahas ke-ngga beres-an seorang ibu-ibu yang udah nikah. Dan seiring waktu mamakpun sering ngomong gitu sama temen-temen kalau lagi cerita. Sampai disatu titik mamak yang galau. Terus tetiba jadi mikir “Dih gue kan udah mamak-mamak..Kok masih galau?? Udah anak satu bahkan..”

Terus mamak mikir. Jadi mamak-mamak bukanlah tetiba jadi Dewi kan? Kita masih jadi manusia yang penuh dengan dosa (Yaelah Ceileh). Ya tapi sebenernya kan emang bener ya. JAdi mamak-mamak ngga jadi guarantee bahwa kita jadi sempurna dong. Kita masih buat salah. Masih bisa marah. MAsih bisa kesel. MAsih bisa khilaf. Ya masih bias galau juga dong. Malah kehidupan mamak-mamak itu lebih complicated daripada ABG yang masang relationship di Facebooknya “IT’S COMPLICATED”. Setelah jadi mamak-mamak ini kadang gue pengen message tuh ABG-ABG gitu terus bilang “Dek..dek..Tenang, complicated kamu sekarang ngga ada apa-apanya disbanding nanti kalau udah jadi mamak-mamak”. Lha situ enak,masalahnya paling seputeran nilai jelek, takut masuk sekolah karena dipanggil guru BP ketauan cabut, berantem ama pacar, putus ama pacar, takut pulang kerumah karena udah kesorean dan belum ijin ama orang tua, males kesekolah karena lagi di bully temen. Lha mamak-mamak? Itu mah piece of cake dah ngelewatinnya.(Hahahha.Gaya bener ya gue).

Memang sih, mamak ngerti kenapa dulu orang2 ngomong “Udah mamak-mamakpun”. Mungkin mereka merasa kalau udah mamak-mamak itu kan udah ngelewatin sebagian besar ujian hidup ini. HArusnya pemikirannya udah mateng dong (kaya mangga golek), udah dewasa dong. Tapi kan maslaah yang timbul bias aja masalah baru, perasaan baru yang baru dirasain setelah berstatus mamak-mamak. Misalnya apa? Banyaklah. Misalnya kangen jalan-jalan sendirian keluar kota, trus anaknya taro mana? Ada sih keluarga yang ber prinsip we got each other back. Kalau mamamknya mau jalan-jalan bapaknya rela dirumah jagain anaknya (tapi mamaknya ngga tenang sepanjang waktu). Atau bapaknya lagi mau touring ama temen-temennya mamaknya jaga anak (hal biasa). Tapi kalau yang terperangkap pada keluarga aman tentram kemana-mana kita bersama? Masih sukur kalau yang ikut pasangan ama anaknya doing. Lha kalau sampe mertua-mertuanya mau ikutan?(JAngan salah,ADA yang seperti ini, ADAAAAA). Atau mungkin kangen mantan?(Ini galau level dewa kali ya. Ada gitu mamak-mamak yang masih kangen laki lain?Ya tapi pasti ADA aja sih.) Belum lagi masalah galau anak mau sekolah. Anak mau kuliah diluar kota. Terus anak cewe semata wayang mau nikah. Bhay!! Galaunya pasti ngalahin kalau Cinderella ditinggal pangeran tampan..

Ya initinya sekarang mamak adalah #teamYESmamakgalau #teammamakbolehgalau .

Well balik lagi sebenernya ngga semua juga mamak-mamak bakal kembali galau dimasa kemamak-mamakannya. Tapi balik lagi tergantung sama banyak faktor sekitar ya. Faktor pasangan, kehidupan dan yang utama pastinya gimana jiwa si mamak. Karna mamak kenal beberapa ibu yang bisa banget mengenyampingkan keperluannya, perasaannya dan lain sebagaimana dan mendulukan suami dan anaknya dalam segala hal. Dan mamak salut banget ama emak-emak yang gitu. Well, andai mamak juga bisa gitu ya.

Masih banyak banget yang pengen ditlis sebenernya untuk topik ini. Tapi kayanya segini dulu ya. Bocah harus ditidurin.. See you di next post.

UmakUmak,

MamakDaster

Semua Produk

#RESEP Kue Cubit

Euforia kue cubit ini emang mewabah banget yang belakangan ini. PAdahal mah dulu waktu mamak masih di daerah tiap liburan ke ibu kota yang lebih kejam dari ibu jari ini pasti makan kue cubit tapi di pinggir jalan. Harganya paling mahal Rp. 12.000an.. NAh sekarang dong harganya ngga kira-kira. Apalah apalah kue cubit udah ada yang red velvet, green tea, tobleron, nutela bahkan kemaren sempat nemu yang Hersheys. Bukan cuma Tukang bubur yang Naik Haji ya..Kue cubit juga Naik Kasta ini mah.

Nah kalau dulu mah ya enak aja tuh jejananan disana dimari dimana-mana hatiku senang. Saat lagi hamil mulai deh itu larangan sana sini muncul. Ngga boleh ini ngga boleh itu. Dan yang paling sering dibilangin mamaknya mamak daster adalah :JANGAN MAKAN SEMBARANGAN.JANGAN MAKAN SAMPAH. Jangan kaget dengan kalimat terakhir ini, mungkin ini kata-kata yang cocok untuk orang yang dari kecil doyan banget jajan. Dari mulai jajan di tempat yang bener ampe jajanan depan SD yang ngga jelas dan akhirnya menyebabkan dilarikan ke UGD jam 2 pagi karena keracunan makanan (yang setelah ditalaah abis makan kerupuk warna-warni yang pewarnanya pake pewarna kain) semua udah dilalui.

Intinya, setelah punya anak dan anaknya udah masuk ditahap boleh makan apa aja (yang manusiawi). Akhirnya mamak mulai suka mengalah. Karena ngga mungkin jajanin si bocah 2 tahun ini kue cubit abang-abang, maka mamak dirumah buat kue cubit mamak-mamak. Rasa kue cubit ini sih termasuk enak dan layak diulang berulang kali. Selain bahannya yang sederhana banget, buatnya juga gampil kok. Yaudah daripada lama-lama ini daster disobek karena kebanyakan ngomong, berikut resepnya ya…

Bahan-bahan:

5 sdm tepung (segitiga biru)
1/2 sdt baking powder
1 telur
4 sdm mentega (dilelehkan)
3 sdm gula pasir
150 ml susu (kurang lebih;bisa disesuaikan)
nutella (atau topping pilihan lainnya)

Langkah:

  1. Kocok gula dengan telur sampai sedikit berbusa.
  2. Campur dengan tepung, baking powder dan margarin cair.
  3. Perlahan tambahkan susu. Sedikit demi sedikit.
  4. sementara itu panaskan cetakan
  5. Setelah cetakan panas, oleskan dengan margarin.
  6. Tuang adonan dalam cetakan. Jangan terlalu penuh karena akan menggembang. Kemudian tutup.

!!!!!! Api jangan terlalu besar untuk menghindari gosong dibawah mentah diatas!!!!!!

YA gitu deh kira-kira cemilan mamak dan bocah kalau lagi duduk santai sore sambil minum teh manis anget sambil mandang-mandangin langit berharap ada hujan berlian disekitaran Jakarta Timur.

See you on the next post ya.

UmakUmak,

MamakDaster

Semua Produk

RE-Hai..

RE-Hay…

Kenapa pake RE? Karena ini bukanlah pertama kalinya mamak mencoba nulis. Untuk blog, ini yang ketiga kalinya. Untuk page-nya ini yang berulang kaliya. Tapi ya mudah-mudahan ini blog terakhir.

Sering banget pengen curhat. Curhat kemana? Ke buku diary? Males nulis dan tulisannya jelek (jadi ngga semangat). Curhat ke pasangan? Kemudian dijawab “Ohh..Hmm..” kurang greges gitu deh rasanya. Curhat ke temen? Iya sih, tapi kan pengen dengen tanggepan yang variatif tapi ngga usah berulang kali cerita. Capek bok.. Ya intinya cuma bagaikan diary seorang mamak-mamak aja deh. Jadi jangan heran kalau problematika ceritanya mungkin ngga seHITS anak abegeh masa kini.

Anyway,
If you have any ideas ataupun masukan masukan apapun itu silahkan aja ya. Sekali lagi inget, mamak hanyalah mamak daster yang mungkin udah ketinggalan berita buayak sekali perkembangan jaman masa kini.

UmakUmak,

MamakDaster

Semua Produk

Siapa MamaMima?

Aku adalah #mamawhale. Kenapa mamawhale?Ya karena sebelas duabelas sama whale.😁

Dengan menulis, aq berharap kita bisa saling sharing tentang pengalaman, berbagi review. Ngga menutup kemungkinan untuk berdebat juga, tapi inget ya, debat yang sehat. 🙂

Mamak akan suka share dan review. Apa aja yang di share dan review? Apa aja. Semuanya. Randomly.

Semoga kalian bisa jadi sahabat MamaMima ya.