Curhat, Semua Produk

Be Positive, be healthy.

Sejak Mima lahir, bisa dibilang aq bersamanya hampir setiap waktu. Sampai saat ini masih bisa kuhitung hari² yang aq jauh darinya. Saat Mima umur 3bulan mamawhale sempat nitipin Mima dirumah ompung suster setiap pagi dan dijemput malamnya. Hal itu berjalan selama hampir sebulan. Setelah itu kembali lagi Mima full bersama mamawhale.
Lalu,sebelum ulang tahun ketiga Mima,mamawhale nitipin Mima selama 2 malam dirumah mamiRen karena mama harus ke Jogja. Dan yang terakhir, 2 bulan lalu Mima dititip dirumah iting karna mamawhale ada kerjaan ke Bali. Sebisa mungkin, Mima ikut denganku. Untungnya, aq menjalankan pekerjaan dan kesibukan lainnya dikelilingi orang yang bisa dan mau membantuku.

Punya saudara juga pada sayang sama Mima itu bener2 ngebantu aku banget. Sejak Mima sekolah,terutama semester ini yang udah tiap hari, mamawhale bener2 mengurangi banget undangan event. Tapi untungnya, kalau ada kerjaan yang bener2 bagus dan waktunya tabrakan sama anter atau jemput Mima sekolah, sepupuku Oya dan Angel hampir selalu bisa nge-back-up. Sering terdengar kupingku “Duh,anaknya ngapain dibawa kemana2. Kasian.Titipin aja kek kl kerja.
Please,jangan kasihani anakku. Dia menjalani hidupnya dengan bahagia,dan aku bisa memastikan itu. Bukan dengan banyaknya materi,bukan dengan hal2 hebat, tapi dia bahagia dikelilingi orang2yang sayang sama dia.
Ini adalah jalan pilihanku. Aq bisa mencari pekerjaan kantoran dan menitipkan anakku dengan mbak. Aq bisa santai dan setiap weekend ngejajanin Mima dengan mainan2, kurasa cintanya akan sama bahkan lebih dari yang sekarang, karena kalau sekarang ngga jarang mima dimarah mamawhale (orang sekitarku pasti tau). Dan kata2 emak2 kantoran, kerjaan kantoran much better dari pusingnya seorang ibu yang seharian dirumah atau seharian sama anak alias ngga ada jam mulai dan selesainya. Tapi aq tidak memilih itu. Saya ngga minta untuk kalian mengerti, karena itu emang pilihan saya. Mau kalian mengerti atau tidak, terima atau tidak yawes sekarepmu waeee…😁

Last but not least.
Sejak tahun baru 2018, resolusi tahun baruku berubah. Sebelumnya, sejak aq bisa inget memulai tahun dengan memiliki resolusi tahun baru, selalu resolusi tahun baruku adalah: TAHUN INI AKU KURUS. Tapi 2017 akhir aq mempelajari satu hal yang jauh lebih penting daripada itu. 2017 bisa dibilang tahun terberatku setelah menjalani dunia rumah tangga, bukan karena permasalahan rumah tangga antara suami dan istri, tapi banyak permasalahan lain yang lebih kompleks. Sejak 2016 akhir sebenrnya sudah mulai datang goncangan,tapi aq masih berdiri tegak dengan penuh semangat dan ego yang tinggi. Tiba hampir diujung 2017 rasanya mamawhale mulai menuju kepasrahan. Disaat itulah aq menyadari, kita harus membiarkan Tuhan campur tangan dalam menjalani hari2 kita. Selama ini, bisa dibilang aq rutin kegereja,rutin baca firman dll, tapi pada kenyataan hariannya, aq lupa membiarkan Tuhan campur tangan dalam hidupku,dan lebih mengandalkan semua logikaku. Sering aku merasa sakit hati, terhadap orang2 sekitar yang didekatku, yang disaat aku minta bantuan mereka tetiba habis kuota,jadi ngga bisa bales WA. Sampai pada satu titik, aq merasa ngga perlu sakit hati,karena aq sakit hati dan ngambek juga ngga ngarus sama mereka. Yang ada, malah jadi akar pahit di aku. Akhirnya,aq menemukan cara yang paling enak menjalani semua ini, BE A POSITIF PERSON. Ngga usah lagi mikir “ih dia gamau bantu aku”,” Ih dia gitu sama aku” dan ih ih ih lainnya. Karna, ngga ada gunanya. Beneran. Akhirnya 2018 aq niatin aq mau jadi org yg lebih positif. Kalaupun ada sesuatu yang mengganjal dihatiku, aq bicarakan langsing pada orangnya. Dan dalam membaca pikiran orang,selalulah positif. Try it. You’ll now. I love my life and all the people surround me. And i thank God for all the blessing..

Begitu sedikit cerita Mamawhale di sore hari yang sendu ini. See you..Jnagan lupa follow Instagram Mamawhale dan Mima serta YouTube Channel MamaMima Diary yaaa semuanya..Thanks before..

Think positive, be positive and spread positivity..

Umak-umak,